Kamis, 26 November 2009

Inheritance

Inheritance atau pewarisan dalam Java, maksudnya suatu class dapat mewariskan method dan atributnya kepada kelas lain. Class utama disebut superclass dan kelas warisannya disebut subclass. Pada subclass harus terdapat keyword EXTENDS sebagai penanda inheritance.

Untuk contoh dapat dilihat dalam soal berikut. Ini adalah soal mid semester saya yang kemarin, =))

Buat class bernama PersegiPanjang yang mempunyai atribut Panjang dan Lebar. Dalam class PersegiPanjang terdapat method hitungLuas untuk menghitung Luas dengan rumus Luas = Panjang x Lebar.

Selanjutnya buat class turunannya bernama Balok yang mewarisi atribut Panjang dan Lebar dari class PersegiPanjang. Selain mewarisi atribut class PersegiPanjang, class Balok mempunyai atribut yang berbeda yaitu Tinggi. Dalam class Balok terdapat method hitungLuas untuk menghitung Luas dengan rumus Luas = Panjang x Lebar x Tinggi.

Test program tersebut dengan class TestHitung.

Nah, untuk mengerjakan soal diatas, langkah pertama yang dilakukan adalah membuat superclass, yaitu class PersegiPanjang.

PersegiPanjang.java //ini adalah nama file, nama file harus sama dengan nama class.

class PersegiPanjang { //tulis dulu nama class-nya

//berikutnya deklarasi atribut

int Panjang, Lebar;

//deklarasi method

void hitungLuas() {

Luas = Panjang*Lebar;

System.out.println(“Luas = “+Luas);

}

}

Dalam soal disebutkan pada class Balok terdapat method hitungLuas sama seperti class PersegiPanjang. Tapi dosen saya bilang kita harus membuat method baru pada class Balok, yaitu method volumeBalok.

Balok.java

class Balok extends PersegiPanjang { //artinya class balok memiliki atribut dan method class PersegiPanjang

//deklarasi atribut baru

int Tinggi;

//buat method baru

void volumeBalok() {

Volume = Panjang*Lebar*Tinggi;

System.out.println(“Volume = “+Volume);

}

}

Jika telah membuat superclass dan subclass, kita tinggal membuat tes programnya.

TestHitung.java

//langkah awal, buat method mainnya, method main harus ada supaya suatu class dapat berjalan

class TestHitung {

public static void main (String[]args) {

//membuat objek

Balok hitung = new balok();

//memberi nilai pada atribut

hitung.Panjang = 10;

hitung.Lebar = 15;

hitung.Tinggi = 20;

//panggil method

hitung.Luas();

hitung.VolumeBalok();

}

}

Silakan mencoba!! ;))

Minggu, 08 November 2009

Pernyataan Pemindah Proses

Penggunan Break

Pada pengulangan, bisa menggunakan break untuk menghentikan
pengulangan pada suatu kondisi tertentu. Fungsi break tersebut adalah untuk
menghentikan eksekusi sebuah blok program, misalnya untuk memaksa
keluar dari sebuah looping.

Penggunaan Continue

Pada pengulangan bisa juga menggunakan continue, dimana continue
akan melanjutkan proses pengulangan berikutnya tanpa menjalankan statemen
sesudahnya.

Penggunaan Return

Return biasnya digunakan di dalam method. Dengan menggunakan
perintah return, alur eksekusi dikembalikan ke bagian dari program yang
memanggil method tersebut.

Pernyataan Pengulangan Proses

PERNYATAAN WHILE

Pernyataan ini berguna untuk melakukan proses yang berulang.

Bentuk pernyataan :

while(kondisi)

{

blok pernyataan;

}

Contoh program java :

// nama file ulang.java

public class ulang

{

public static void main (String[]args)

{

int jumlah=1;

while(jumlah<=5>

{

System.out.println(“Putaran ke-“ +jumlah);

jumlah++;

}

}

}

HASIL :

Putaran ke-1

Putaran ke-2

Putaran ke-3

Putaran ke-4

Putaran ke-5

PERNYATAAN DO…WHILE

pernyataan ini menyerupai pernyataan while tetapi blok pernyataan yang terdapat dalam do….. while paling tidak dieksekusi sekali.

Bentuk pernyataan :

do

{

blok pernyataan;

}while(kondisi);

contoh program java:

// nama file ulang1.java

public class ulang1

{

public static void main (String[]args)

{

int jumlah = 11;

do

{

System.out.println(“Putaran ke-”+jumlah);

jumlah++;

}while (jumlah<=5>;

System.out.println(“Selesai… !”);

}

}

HASIL :

Putaran ke-11

Selesai…. !

PERNYATAAN FOR

Bentuk penulisan :

for(inisialisasi; kondisi; penaikan/penurunan)

{

blok pernyataan;

}

Bagian insialisasi digunakan untuk memberikan nilai awal kepada variabel yang digunakan untuk mengontrol pengulangan.

Bagian kondisi digunakan untuk mengontrol pengulangan atau diakhiri.

Bagian penaikan/penurunan digunakan untuk menaikkan attau menurunkan nilai variabel pengontrol pengulangan

Contoh program java

// nama file : ulang2.java

public class ulang2

{

public static void main(String[]args)

{

for(int i=1;i<=10;i++)

{

System.out.println( i +” “);

}

}

}

PENGULANGAN DALAM PENGULANGAN

Ada kalanya persoalan memerlukan penanganan pengulangan di dalam suatu proses pengulangan yang lain, misalnya menggunakan for yang diletakkan didalam for.

Contoh program java :

// nama file nestedfor.java

public class nestedfor

{

public static void main(String[]args)

{

for(int a=1;a<=3; a++)

{

for(int b=1;b<=5; b++)

{

System.out.print(“ x ”);

}

System.out.println();

}

}

}

Java menyediakan sebuah pernyataan yang berguna untuk keluar dari suatu perulangan (loop) dengan menggunakan perintah break.

Contoh:

// nama file break1.java

public calss break1

{

public static void main(String[]args)

{

for(int i=1; i<=3; i++)

{

if (i==5) break;

System.out.printl(i+” “);

}

System.out.print(“Selesai”):

}

}

HASIL :

1 2 3 4 Selesai

Selain itu Java juga mengenal pernyataan continue. pernyataan yang digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke kondisi pernyataan berulang, sehingga kondisi akan dievaluasi lagi.

Contoh program java :

// nama file kontinu.java

public class kontinu

{

public static void main(String[]args)

{

for (int i=1; i<=8; i++)

{

if ( i >= 3; i<=7)

continue;

System.out.println(i);

}

}

}

HASIL :

1

2

8


Referensi : Praktikum Kapita Selekta Bahasa Pemrograman (Java) STI&K Jakarta ("Yudi Irawan")

Pernyataan Penentu Keputusan

1. if, if-else, if-else if – else
2. switch

if

  • Pernyataan kondisi yang digunakan
  • untuk pengambilan keputusan terhadap
  • dua buah kemungkinan
  • if bisa berdiri sendiri atau dengan
  • menggunakan else
  • Bentuk:
if(kondisi){
// blok pernyataan yang dijalankan, bila kondisi benar

}

PernyataanIF.java

public class PernyataanIF{
public static void main(String[] args){
int diskon =0, totalBelanja = 500000;
if(totalBelanja >= 100000){
diskon = totalBelanja/10;
}
System.out.println("Diskon = " + diskon);
}


if-else
  • if-else mengatur pernyataan yang
  • dijalankan sewaktu kondisi bernilai
  • benar atau salah
  • Bentuk:
if(kondisi){
// blok pernyataan yang dijalankan, bila kondisi benar
} else{
// blok pernyataan yang dijalankan, bila kondisi salah
}
}

PernyataanIFELSE.java

public class PernyataanIFELSE{
public static void main(String[] args){
System.out.println("Silahkan Masukan Jumlah Belanja Anda:);
int diskon =0, totalBelanja = 500000;
if(totalBelanja >= 100000){
diskon = totalBelanja/10;

} else{
diskon = 0;
}

System.out.println("Diskon = " + diskon);

}

}


if Bersarang

  • if bersarang mengatur pernyataan yang
  • dijalankan sewaktu kondisi berupa pilihan
  • Bentuk:
if(kondisiA){
// pernyataan yang dijalankan, bila kondisiA benar

}else if(kondisiB){
// pernyataan yang dijalankan, bila kondisiB benar

}else if(kondisiC){
// pernyataan yang dijalankan, bila kondisiC benar

}else{
// pernyataan yang dijalankan untuk kondisi selain itu
}


PernyataanIFBersarang.java

public class PernyataanIFBersarang {
public static void main(String[] args) {
int skorUjian= 86; char nilai;
if (skorUjian >= 90) {

nilai = 'A';
} else if (skorUjian >= 80) {

nilai = 'B';
} else if (skorUjian >= 70) {

nilai = 'C';
} else {

nilai = 'D';
}

System.out.println("Nilai = " + nilai);
}

Operasi I/O Stream Sederhana

Dalam sebuah pemrograman berorientasi object seperti halnya Program Java, kita mengenal sebuah pengontrol aliran program yang akan dieksekusi oleh komputer (Threads). Dengan adanya threads dalam pemrograman java kita dapat membuat program yang saling berurutan (sekuensial).

Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas tersendiri. Dengan adanya thread, dapat membuat program yang lebih efisien dalam hal kecepatan maupun penggunaan sumber daya, karena kita dapat membagi proses dalam aplikasi kita pada waktu yang sama. Thread umumnya digunakan untuk pemrograman multitasking, networking, yang melibatkan pengaksesan ke sumber daya secara konkuren.

Secara konkrit, konsep threads dapat dilihat ketika kita mengetik sebuah dokumen di komputer dengan menggunakan text editor, dalam waktu yang bersamaan kita juga dapat mendengarkan musik, dan surfing lewat internet pada PC. Sistem operasi yang telah terinstal dalam komputer kita memperbolehkan untuk menjalankan multitaskting. Seperti itu juga sebuah program, ia juga dapat mengeksekusi beberapa proses secara bersama-sama (ibaratkan beberapa aplikasi berbeda yang bekerja pada sebuah PC). Contoh aplikasi adalah HotJava browser yang memperbolehkan untuk browsing terhadap suatu page, bersamaan dengan mendownload object yang lain, misalnya gambar, memainkan animasi, dan juga file audio pada saat yang bersamaan.


Sedangkan ketika kita melakukan penulisan dan pembacaan data sering kita sebut dengan proses input dan output, dimana penulisan data berarti mengalirkan data ke output dan menerima atau mendapatkan data dari input. Kita mengenal, dua macam stream yaitu Stream Input dan Stream output.

Stream adalah representasi abstrak dari input dan output device, dimana aliran bytes akan ditransfer seperti file dalam harddisk, file pada sistem remote atau printer. Kita dapat membaca data dari input stream, yang dapat berupa file, keyboard atau komputer remote. Sedangkan untuk operasi penulisan berarti menulis data pada output stream. Package Java I/O mendukung dua tipe stream, yaitu binari dan karakter stream. Binari merupakan data berupa bit atau data binari, sedangkan karakter adalah tipe khusus untuk pembacaan dan penulisan teks/karakter.

Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas tersendiri. Dengan adanya thread, dapat membuat program yang lebih efisien dalam hal kecepatan maupun penggunaan sumber daya, karena kita dapat membagi proses dalam aplikasi kita pada waktu yang sama. Thread umumnya digunakan untuk pemrograman multitasking, networking, yang melibatkan pengaksesan ke sumber daya secara konkuren. Ada dua cara yang bisa digunakan dalam membuat sebuah thread, yaitu :

# Membuat subclass dari thread
Untuk menjalankan thread, dapat dilakukan dengan memanggil method start(). Saat start() dijalankan, maka sebenarnya method run() dari class akan dijalankan. Jadi untuk membuat thread, harus mendefinisikan method run() pada definisi class. Konstruktor dari cara ini adalah :
ClassThread namavar = new ClassThread();
Namavar.start();
Atau dapat juga langsung dengan cara:
New ClassThread().start();

#Mengimplementasikan interface Runnable
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana dalam membuat thread. Runnable merupakan unit abstrak, yaitu kelas yang mengimplementasikan interface ini hanya cukup mengimplementasikan fungsi run(). Dalam mengimplementasi fungsi run(), kita akan mendefinisikan instruksi yang membangun sebuah thread. Konstruktor dari cara ini adalah :
ObjekRunnable objek = new ObjekRunnable();
Thread namavar = new Thread(Objek Runnable);
Atau dengan cara singkat seperti :
New Thread(new ObjekRunnable());

Dalam pemrograman java ada dua threads, yaitu daemon dan user thread. Daemon thread merupakan thread yang siklus hidupnya tergantung pada thread utama atau induk, sehingga apabila thread induk berakhir, maka otomatis thread-thread daemon juga ikut berakhir. Sedangkan user thread memiliki sifat berbeda, dimana apabila thread utama sudah selesai, maka user thread akan terus dijalankan.

Macam-macam state pada streads:
1. Running
Sebuah thread yang pada saat ini sedang dieksekusi dan didalam control dari CPU.
2. Ready to run
Thread yang sudah siap untuk dieksekusi, tetapi masih belum ada kesempatan untuk melakukannya.
3. Resumed
Setelah sebelumnya di block atau diberhentikan sementara, state ini kemudian siap untuk dijalankan.
4. Suspended
Sebuah thread yang berhenti sementara, dan kemudian memperbolehkan CPU untuk menjalankan thread lain bekerja
5. Blocked
Sebuah thread yang di-block merupakan sebuah thread yang tidak mampu berjalan, karena ia akan menunggu sebuah resource tersedia atau sebuah event terjadi

Untuk menentukan thread mana yang akan menerima control dari CPU dan akan dieksekusi pertama kali, setiap thread akan diberikan sebuah prioritas. Sebuah prioritas adalah sebuah nilai integer dari angka 1 sampai dengan 10, dimana semakin tinggi prioritas dari sebuah thread, berarti semakin besar kesempatan dari thread tersebut untuk dieksekusi terlebih dahulu. Sebagai contoh, asumsikan bahwa ada dua buah thread yang berjalan bersama-sama. Thread pertama akan diberikan prioritas nomor 5, sedangkan thread yang kedua memiliki prioritas 10. Anggaplah bahwa thread pertama telah berjalan pada saat thread kedua dijalankan. Thread kedua akan menerima control dari CPU dan akan dieksekusi pada saat thread kedua tersebut memiliki prioritas yang lebih tinggi dibandingkan thread yang pada saat itu tengah berjalan. Salah satu contoh dari skenario ini adalah context switch.

Sebuah context switch terjadi apabila sebagian dari thread telah dikontrol oleh CPU dari thread yang lain. Ada beberapa skenario mengenai bagaimana cara kerja dari context switch. Salah satu skenario adalah sebuah thread yang sedang berjalan memberikan kesempatan kepada CPU untuk mengontrol thread lain sehingga ia dapat berjalan.

Dalam kasus ini, prioritas tertinggi dari thread adalah thread yang siap untuk menerima kontrol dari CPU. Cara yang lain dari context switch adalah pada saat sebuah thread yang sedang berjalan diambil alih oleh thread yang memiliki prioritas tertinggi seperti yang telah dicontohkan sebelumnya. Hal ini juga mungkin dilakukan apabila lebih dari satu CPU tersedia, sehingga lebih dari satu prioritas thread yang siap untuk dijalankan.
Untuk menentukan diantara dua thread yang memiliki prioritas sama untuk menerima kontrol dari CPU, sangat bergantung kepada sistem operasi yang digunakan. Windows 95/98/NT menggunakan time-slicing dan round-robin untuk menangani kasus ini. Setiap thread dengan prioritas yang sama akan diberikan sebuah jangka waktu tertentu untuk dieksekusi sebelum CPU mengontrol thread lain yang memiliki prioritas yang sama. Sedangkan Solaris, ia akan membiarkan sebuah thread untuk dieksekusi sampai ia menyelesaikan tugasnya atau sampai ia secara suka rela membiarkan CPU untuk mengontrol thread yang lain.

Stream merupakan dasar operasi input-output ( I/O ) dalam Java yang menggunakan package java.io sebagai package utama. Stream adalah representasi abstrak dari input dan output device, dimana aliran bytes akan ditransfer seperti file dalam harddisk, file pada sistem remote atau printer. Kita dapat membaca data dari input stream, yang dapat berupa file, keyboard atau komputer remote. Sedangkan untuk operasi penulisan berarti menulis data pada output stream. Package java.IO mendukung dua tipe stream, yaitu binari dan karakter stream. Binari merupakan data berupa bit atau data binari, sedangkan karakter adalah tipe khusus untuk pembacaan dan penulisan teks/karakter.
A. Input Stream
Subclass-subclass dari input Stream adalah: Audio Input Stream, Byte Array Input Stream, File Input Stream, Filter Input Stream, Piped Input Stream, Sequence Input Stream, dan String Buffer Input Stream. Dua method utama dari InputStream adalah :
a. Read : Method ini digunakan untuk membaca stream
b. Close : Method ini digunakan untuk menutup koneksi input stream.
B. Output Stream
Subclass-subclass dari outputStream adalah :
• ByteArrayOutputStream : digunakan untuk menuliskan stream menjadi byte array;
• FileOutputStream : digunakan untuk menulis pada file;
• FilterOutputStream : merupakan superclass dari subclass-subclass seperti DataOutputStream, BufferOutputStream, PrintStream, CheckedOutputStream;
• ObjectOutputStream : digunakan untuk menuliskan objek pada OutputStream.
• PipedOutputStream : digunakan untuk menjadi output dari PipedInputStream.

Sebagian method-method OutputStream adalah :
#Voidclose()
Menutup output stream yang aktif dan melepaskan sumber daya terkait dengan stream tersebut;

#Void flush()
Melakukan flush output stream dan memaksa semua byte buffer untuk dituliskan keluar;
#Void write(byte[] b)
Menulis sebanyak b.length dari byte array ke output stream;
#Void write(byte[] b, int off, int len)
Menuliskan sebanyak len byte dari byte array b dimulai dari index off.

Operator

Di dalam pemograman java terdapat beberapa operator yang harus di perhatikan di antaranya adalah Operator Aritmatika, Operator Relasi, Operator Kondisi dan Operator Logika. Di dalam operator memiliki prioritas utama sehingga pada saat complilernya akan mengetahui mana yang akan di kerjakan lebih dulu. Mari kita bahas operatr lebih dalam.

Operator Aritmatika
operator : + penggunaan : op1 + op2 ket : Menambahkan op1 dengan op2
operator : * penggunaan : op1 * op2 ket : Mengalikan op1 dengan op2
operator : / penggunaan : op1 / op2 ket : Membagi op1 dengan op2
operator : % penggunaan : op1 % op2 ket : Menghitung sisa dari pembagian op1 dengan op2
operator : - penggunaan : op1 - op2 ket : Mengurangkan op2 dari op1

Di dalam operator aritmatika terdapat juga operator unary increment (++) dan operator unary decrement (–)
operator : ++ penggunaan : op++
ket : Menambahkan nilai 1 pada op; mengevaluasi nilai op sebelum diincrementasi/ditambahkan
operator : ++ penggunaan :++op
ket : Menambahkan nilai 1 pada op;mengevaluasi nilai op setelah diincrementasi/ditambahkan
operator : — penggunaan :op–
ket : Mengurangkan nilai 1 pada op; mengevaluasi nilai op sebelum didecrementasi/dikurangkan
operator : — penggunaan :–op
ket : Mengurangkan nilai 1 pada op; mengevaluasi nilai op setelah didecrementasi/dikurangkan

Operator Relasi
Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara nilai-nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true atau false.
operator : > penggunaan : op1 > op2 ket : op1 lebih besar dari op2
operator : >= penggunaan : op1 >= op2 ket : op1 lebih besar dari atau sama dengan op2
operator : < penggunaan : op1 < op2 ket : op1 kurang dari op2
operator : <= penggunaan : op1 <= op2 ket : op1 kurang dari atau sama dengan op2
operator : == penggunaan : op1 == op2 ket : op1 sama dengan op2
operator : != penggunaan : op1 != op2 ket : op1 tidak sama dengan op2

Referensi : http://arifust.web.id/?p=25

Array

Program yang cukup kompleks membutuhkan variabel dalam jumlah besar. Kita mungkin saja mendeklarasikan variabel-variabel tersebut satu per satu. Andaikan sebuah program membutuhkan 5 (lima) variabel bertipe int, kita bisa saja mendeklarasikan kelima variabel tersebut dengan cara biasa:

int a, b, c, d, e;


Persoalan akan timbul jika kita membutuhkan variabel dalam jumlah cukup besar, 100 misalnya. Bagaimana kita mendeklarasikan seluruh variabel tersebut: apakah dengan cara mengetik satu persatu atau melakukan trik copy-and-paste Manapun cara yang anda tempuh, cara tersebut akan menghabiskan waktu cukup banyak. Selain masalah waktu, kita juga akan menemui masalah sulitnya mencari nama yang benar-benar unik. Ingat bahwa tidak boleh ada dua variabel atau lebih dengan nama sama. Atau anda ingin menggunakan cara seperti ini :

int x1, x2, x3, … dst.


Java menawarkan konsep array untuk solusi mendeklarasikan sejumlah besar variabel secara cepat. Pemakaian variabel array akan menghemat waktu penyebutan nama variabel. Sebuah variabel array sesungguhnya adalah sejumlah variabel berbeda dengan nama sama, namun memiliki nomor indeks yang unik untuk membedakan setiap variabel tersebut.

0

1

2

3

Indeks adalah sebuah angka yang menyatakan urutan sebuah elemen pada suatu variabel array. Karena seluruh kotak memiliki nama yang sama, maka untuk membedakannya diperlukan suatu cara yaitu dengan memberi nomor urut. Ibarat deretan rumah pada sebuah jalan, untuk membedakan antara rumah yang satu dengan rumah yang lain maka setiap rumah diberi nomor unik yang berbeda antara rumah satu dengan rumah lainnya.

Nomor indeks variabel array selalu dimulai dari 0 (nol), sehingga nomor indeks bagi elemen terakhir adalah sebesar (N-1), dimana N adalah jumlah total elemen. Kita bisa mengakses setiap elemen dalam variabel array dengan mengacu pada nomor indeksnya. Awalan nol untuk nomor indeks array sering menimbulkan kerancuan bagi kita yang terbiasa dengan awalan angka 1.


Deklarasi Variabel Array


Bentuk umum pendeklarasian variabel array di Java adalah:

tipeData[] namaVariabel [= new tipeData[jumlahElemen] ];


TipeData bisa berupa salah satu dari berbagai tipe data seperti int, long, double maupun nama class; baik class standar Java atau class buatan kita sendiri

1. Mendeklarasikan variabel array tanpa menyebutkan berapa jumlah elemen yang diperlukan.

int[] angka;

Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Kita tidak menyebutkan berapa jumlah elemen dari variabel angka. Kita harus menuliskan di salah satu baris program instruksi untuk memesan jumlah elemen ini. Sebelum terjadi pemesanan jumlah elemen, kita tidak bisa menggunakan variabel array ini untuk menyimpan data.


2. Mendeklarasikan variabel array dengan menyebutkan jumlah elemen yang diperlukan.

int[] angka = new int[5];

Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Pada saat mendeklarasikan ini kita langsung memesan 5 elemen array yang kita perlukan


3. Mendeklarasikan variabel array secara otomatis.

Kita tidak menyebutkan jumlah elemen secara tegas, namun kita mendefinisikan sejumlah data secara terurut.

int[] angka = {5, 3, 23, 99, 2};

Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int. Kita tidak menyebutkan berapa elemen yang kita pesan, tetapi kita langsung menentukan nilai setiap elemen. Karena jumlah data yang kita berikan ada 5, maka komputer akan mengetahui bahwa jumlah elemen yang kita butuhkan adalah 5.



Menghitung Jumlah Elemen Variabel Array


Kita bisa menggunakan instruksi length untuk mengetahui jumlah elemen dari sebuah variabel array. Pernyataan angka.length akan menghasilkan berapa jumlah elemen dari variabel array yang bernama angka. Entah dengan cara bagaimana kita mendeklarasikan sebuah variabel array, Java tetap dapat melaporkan jumlah elemen variabel tersebut melalui instruksi length.


Contoh Program Menghitung Elemen Array

class JumlahElemenArray

{

public static void main (String[] args)

{

int[] angka;

angka = new int[5];

System.out.println ("Jumlah elemen = " + angka.length);

}

}

Array Dua Dimensi

Materi diatas adalah tentang pembahasan array satu dimensi. Istilah satu dimensi mengacu kepada jumlah bilangan yang digunakan sebagai indeks. Penulisan seperti ini

System.out.println(angka[3]);

merupakan penulisan untuk array satu dimensi. Perhatikan bahwa bilangan yang kita gunakan sebagai nomor indeks array hanya satu, tidak perduli berapa jumlah digitnya. Angka 100 merupakan sebuah bilangan, walaupun jumlah digitnya ada 3.

Pada beberapa kondisi diperlukan penulisan variabel array yang menggunakan nomor indeks dua bilangan, misalnya pada aplikasi matrik. Data pada suatu matrik diketahui berdasarkan nilai baris dan kolomnya. Baris adalah sebuah bilangan dan kolom adalah sebuah bilangan juga. Tanpa adanya salah satu dari keduanya kita tidak bisa mengetahui data mana yang dimaksud, jika kita ingin mengambil sebuah data individu.


Bentuk umum pendeklarasian variabel array dua dimensi di Java adalah:

tipeData[][] nama_variabel[=new tipeData[jumlah_baris] [jumlah_kolom]];


Contoh Program Array 2 Dimensi

class ArrayDuaDimensi

{

public static void main (String[] args)

{

int[][] angka = new int[5][3];

for (int i=0; i

for (int j=0; j

angka[i][j] = (int)(Math.random()*100);

System.out.println("Data array dua dimensi:\n");

for (int i=0; i

{

for (int j=0; j

System.out.print(angka[i][j] + " ");

System.out.println();

}

}

}



Referensi : viyan.net23.net/Materi%20Kuliah%20PTA%2008.../Pert4_Array.doc